Cara Membuat Lem dari Tepung Kanji
Campuran tepung kanji dan air telah digunakan sebagai perekat selama berabad-abad. Seniman jalanan dan promotor konser menggunakan lem dari tepung kanji untuk menempel poster, pengerajin menggunakannya dalam membuat papier-mâché (menggabungkan potongan kertas atau koran dengan lem dan mengaplikasikannya pada sebuah objek atau membentuknya menjadi berbagai benda) atau decoupage (menempel potongan-potongan kertas pada sebuah benda, lalu dipernis atau dipelitur), dan penjilid buku profesional menggunakannya untuk memperbaiki buku arsip. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah mudah membuat lem yang bisa Anda coba sendiri.
Bahan
- 3 sdm tepung terigu atau pati gandum
- sedikit air dingin
- 200 ml air untuk dididihkan
Opsional:
- Tambahan 500 mL air (apabila Anda menggunakan panci ganda)
- Gula atau lem putih (untuk memperkuat lemnya)
- Tembaga sulfat (pengawet dan pengusir serangga)[1]
1
Membuat Lem
-
1Rebus air dalam panci. Tuangkan 200 ml air ke dalam panci dan didihkan.
-
2Kocok tepung terigu dan air dingin. Gunakan 3 sdm tepung terigu dan perlahan tambahkan air dingin (suhu ruangan) sambil diaduk atau dikocok. Hentikan jika tepung sudah basah dan cukup encer untuk dituang.
-
3Aduk larutan tepung terigu encer ke dalam air mendidih. Setelah air mendidih, tambahkan campuran tepung sambil terus diaduk.
- Larutan akan berbusa saat mendidih. Mengaduknya terus akan mencegah larutan melimpah keluar,gosong, atau menggumpal.
- Untuk mencegah kejadian-kejadian seperti itu, lakukan perebusan ganda dengan menempatkan panci larutan lem terigu ke dalam panci yang lebih besar yang diisi sekitar 500 ml air mendidih.
- Apabila larutan terlalu kental untuk diaduk, tambahkan lebih banyak air.
-
4
-
5Sempurnakan lem. Dalam banyak kasus, lem akan bisa digunakan saat sudah dingin. Namun lebih mudah untuk melakukan penyesuaian saat lemnya masih panas:
- Apabila lem kurang lengket, masukkan gula atau lem putih sambil terus mengaduk. Mulai dengan 3 sdm gula atau lem dan tambahkan lagi bila diperlukan.
- Untuk mengawetkan lem lebih lama dan untuk mencegah serangga agar tidak memakannya, campurkan sedikit tembaga sulfat.[5]
-
6Biarkan lem hingga dingin. Ketika berada di suhu ruangan, lemnya akan seperti pasta gelatin yang lengket.
-
7Simpan lem dalam wadah tertutup di dalam kulkas. Apabila dibiarkan dalam suhu ruangan, lem akan mulai bau setelah 2 hari dan dalam seminggu akan tumbuh jamur.[8]Untuk lem yang tidak mengandung sulfat tembaga, ada beberapa cara mudah untuk memperpanjang usia lem:
- Panaskan kembali lem yang belum digunakan dalam wadah tertutup setelah selesai digunakan untuk mensterilkannya.[9]
- Tuang sedikit air di atas lem saat disimpan. Apabila lemnya dingin, air akan tetap berada di atas lem dan mencegah jamur tumbuh dalam lem. Keluarkan air sebelum lem digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar